Fakta Pertamina Tidak Masuk Pada Fortune 2020

Fortune global 500 merupakan daftar peringkat bergengsi yang berisi susunan perusahaan-perusahaan terbesar di dunia yang tentu saja dinilai dari besaran pendapatan yang dihasilkan dan juga laba setiap tahunnya. Hal yang membanggakan negeri kita Indonesia adalah PT Pertamina Indonesia masuk ke dalam daftar peringkat Fortune global 500 ini sejak beberapa tahun silam tetapi tidak masuknya Pertamina pada pemeringkatan tahun 2020 membuat perusahaan migas tersebut akhirnya melayangkan gugatan kepada pihak Fortune dan berikut beberapa fakta menarik tentang surat tersebut.

  • Tidak mencantumkan nama

Dilansir dari fortune indinesia, Perseroan terbatas PT Pertamina Indonesia akhirnya memutuskan melayangkan surat resmi kepada pengelola Fortune global yang menyusun daftar peringkat Fortune global 500 terkait penyusunan peringkat di mana pada tahun 2020 silam nama Pertamina tidak masuk ke dalam daftar bergengsi tersebut. Untuk sekadar informasi tambahan, Fortune global 500 menyusun penilaian berdasarkan laporan keuangan tahun buku sebelumnya jadi untuk daftar peringkat 2020 maka penilaian dilakukan pada laporan keuangan tahun 2019.

  • Pendapatan Pertamina justru besar

Berdasarkan laporan keuangan pada tahun 2019 lalu, PT Pertamina Indonesia justru sukses meraup pemasukan atau pendapatan sebesar 54, 58 miliar dolar Amerika serikat dan dari sana didapatkan keuntungan bersih senilai 2,5 miliar dolar Amerika serikat di mana capaian kinerja seperti ini seharusnya membuat Pertamina mampu menduduki posisi 198 dalam daftar peringkat Fortune global 500 2020

  • Surat resmi pun dilayangkan

Melalui Fajriyah Usman yang bertindak selaku VP corporate communication, PT Pertamina Indonesia melayangkan surat tertulis kepada pihak penyelenggara Fortune global 500 di mana untuk keterangan pada Kompas.com, Fajriyah memberi penjelasan bahwa surat tersebut dilayangkan mengenai proses pemeringkatan yang dirasakan tidak sesuai. Di samping itu pihak Pertamina juga mengupayakan menelusuri dan meminta konfirmasi balik dari pihak penyelenggara.

  • Didasarkan monitoring pasif

Fajriyah Usman juga menambahkan bahwa daftar yang disusun oleh Fortune global 500 pada dasarnya dinilai berdasarkan aksi monitoring pasif yang dilakukan oleh tim mereka dan tanpa melewati proses klarifikasi terlebih dahulu secara langsung kepada pihak PT Pertamina Indonesia. Padahal dengan revenue yang dicapai Pertamina pada 2019 lalu seharusnya perusahaan minyak dan gas kebanggaan Indonesia ini masih terdaftar di posisi 198 dalam daftar peringkat global Fortune 500 dan fakta inilah yang membuat Pertamina membutuhkan penjelasan resmi dari pihak penyelenggara.

  • Melakukan perbandingan

Pihak Pertamina melakukan sedikit riset dengan membandingkan kinerja yang didapatkan perusahaan tersebut dengan perusahaan yang menempati posisi 198 dalam daftar peringkat Fortune global tahun 2020 dan hasil yang didapat adalah perusahaan pada posisi 98 itu mencatat pendapatan sebesar 54, 45 miliar dolar Amerika serikat atau setara 806 triliun rupiah meski mencatatkan juga kerugian senilai 3,97 miliar dolar Amerika. Padahal di saat bersamaan Pertamina justru mencatatkan pendapatan yang lebih tinggi yaitu 54, 58 miliar dolar Amerika serikat atau setara 808 triliun rupiah dengan nilai profit sebesar 2,5 miliar dolar Amerika serikat dengan kata lain tidak mengalami kerugian.

  • Harusnya masih masuk dalam daftar

Mendapati fakta yang telah dijelaskan di atas membuat Fajriyah yakin seharusnya PT Pertamina Indonesia masih masuk ke dalam daftar dan bisa sejajar dengan peringkat ke 198, masih berada dalam kisaran Fortune global top 500. Bahkan jika dibandingkan dengan perusahaan yang menduduki posisi 202-207, revenue yang didapatkan Pertamina masih unggul di mana perusahaan-perusahaan tadi mendapatkan pemasukan sekitar 55 miliar dolar Amerika serikat

  • Tetap optimis

Meskipun merasa ada ketidakadilan dan sudah melayangkan surat resmi kepada pihak Fortune global tetapi pihak PT Pertamina Indonesia tetap optimis di tahun-tahun datang akan kembali tercatat dalam daftar peringkat bergengsi tersebut dengan posisi yang tentu saja lebih tinggi sesuai harapan. Hal ini seiring dengan pembenahan yang dilakukan dalam tubuh Pertamina yaitu upaya restrukturisasi untuk meningkatkan nilai perusahaan salah satunya adalah implementasi new Pertamina kulin yang mendorong semua jajaran Pertamina dari komisaris hingga karyawan untuk tetap berintegritas tinggi berperilaku bersih dan juga transparan.

Itulah tadi beberapa fakta menarik mengenai Pertamina yang melayangkan surat resmi ke Fortune global 500 terkait pemeringkatan yang dirasakan tidak sesuai mari kita doakan semoga di tahun-tahun berikutnya Pertamina bisa menaklukkan peringkat-peringkat dunia dan menjadi salah satu dari 50 perusahaan terbesar dunia.

Leave a Comment