Tergiur Investasi? WAJIB Pastikan Dulu 5 Hal Ini

Siap Grak! Aman Dan Minim Modal, Begini 5 Investasi Yang Cocok Bagi Parents  Yang Baru Belajar

Selain bisnis dan hobi baru, investasi saham dan kripto juga termasuk aktivitas yang jadi “tren” selama masa pandemi. Kalo kamu sering liat temen di media sosial upload foto grafik naik, turun, profit, atau loss, bisa jadi kamu sempat tergiur juga buat ikut-ikutan investasi saham. Kayaknya kok gampang ya? Kok kayaknya enak ya bisa dapat “profit”?

Eits, tunggu dulu. Jangan gegabah, ya. Sebab, investasi tidaklah semudah dan sesederhana apa yang diposting oleh temanmu di media sosial. Selain ada ilmu yang harus dipelajari lebih dulu, memulai investasi juga baru bisa dilakukan jika kamu sudah sadar dan memastikan 5 hal ini lebih dulu. Yuk, kita bahas satu per satu.

Kondisi Cashflow: Positif atau Negatif?

Sederhananya, cashflow adalah kondisi atau gambaran kondisi finansial kita yang tercermin dari besaran uang masuk atau penghasilan dan besaran pengeluaran. Jika penghasilan lebih besar daripada pengeluaran, artinya cashflow kita positif. Sebaliknya, jika penghasilan lebih kecil daripada pengeluaran, artinya cashflow kita negatif. 

Nah, cashflow yang positif adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi jika kita ingin berinvestasi. Jangan sampai, uang penghasilan yang sudah pas-pasan ditaruh atau diinvestasikan, tapi untuk kebutuhan hidup malah berutang. Apalagi dengan harapan atau gambling bahwa investasi tersebut akan mendatangkan balik modal berlipat-lipat. 

Gimana caranya bisa punya cashflow positif? Milikilah anggaran keuangan yang tepat. Atur pos pengeluaran mulai dari kebutuhan primer dan sekunder, utang dan kebutuhan pribadi/hiburan, lalu tabungan, asuransi, dan investasi. Akan lebih baik juga jika kamu punya lebih dari 1 pintu penghasilan. 

Total Utang yang Dimiliki

Selain memastikan persentase utang masih sehat, yaitu tidak lebih dari 30% total gaji, kamu juga perlu menyelesaikan utang yang masih dimiliki sebelum berinvestasi. Terlebih jika utangnya masih panjang dan bunganya tinggi. Jangan sampai jadi menumpuk dan akhirnya membebani keuangan lebih banyak lagi. 

Punya Tabungan atau Dana Darurat?

Hal penting ketiga yang tidak boleh diabaikan adalah adanya tabungan dan dana darurat. Alih-alih mengalokasikan uang untuk investasi, cek dulu: apakah kamu sudah punya tabungan yang bisa digunakan untuk kondisi darurat? Jika belum sama sekali, bisa dibilang kamu belum memenuhi kriteria untuk bisa berinvestasi. Sebab, itu artinya, kestabilan keuanganmu masih dipertanyakan. 

Memiliki tabungan sebelum menginvestasikan uang juga bisa membantu kita bertahan hidup dalam kondisi darurat tanpa harus bergantung pada nilai investasi. Nggak mau kan, udah investasi uang banyak untuk jangka panjang, tapi nggak punya dana darurat, lalu investasinya lagi turun saat kita butuh-butuhnya?

Tujuan Investasi & Profil Risiko Sendiri

Setiap investasi, pasti memiliki risiko. Oleh karena itu, kita perlu mengenali profil risiko kita sendiri sebagai investor. 

Secara umum, ada tiga karakteristik profil risiko dari investor, yaitu (1) Konservatif: investor dengan tingkat toleransi rendah dan cenderung memilih instrumen investasi aman seperti deposito; (2) Moderat: investor dengan tingkat toleransi medium dan cenderung mau mengambil risiko dalam berbagai batasan. Investor ini juga sadar risiko untuk dapat imbal hasil lebih tinggi seperti mengambil investasi reksadana pendapatan tetap atau emas; (3) Agresif: investor yang cukup berani mengambil risiko lebih tinggi seperti saham. 

Yang manakah kamu?

Perlu diingat, bahwa setiap instrumen investasi ada ilmunya yang perlu kamu pelajari, ya!

Sumber Dana untuk Investasi

Investasi seharusnya dilakukan dengan menggunakan uang dingin atau uang yang jika digunakan tidak akan mengganggu kebutuhan apa pun dalam hidup. Uang yang bisa tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama. Sangat tidak disarankan untuk berinvestasi dengan uang dari hasil berutang. 

Misalnya, pinjam uang ke pinjaman online cepat cair cukup KTP untuk berinvestasi emas atau saham. Sebab, pinjam uang untuk investasi hanya menambah besar risiko yang harus kamu tanggung, yaitu risiko investasi itu sendiri dan risiko membayar pinjaman beserta bunganya. 

Adanya layanan kredit online sekaligus pinjaman online cepat cair cukup KTP seperti Kredivo, sebaiknya dimanfaatkan untuk keperluan-keperluan penting dalam hidup. Seperti dalam kondisi darurat, biaya sekolah, biaya servis rumah, dan lain sebagainya. Meski Kredivo menawarkan pinjaman dengan bunga rendah, hanya 2,6% per bulan untuk tenor 30 hari, 3 bulan, dan 6 bulan, serta limit yang cukup besar hingga Rp 30 juta, ini tidak bisa dijadikan alasan untuk pinjam uang untuk tujuan investasi, ya. 

Daripada bela-belain berutang untuk investasi, lebih baik fokus memperbaiki cashflow dan menambah penghasilan supaya kamu bisa cepat punya uang dingin untuk investasi. Hati-hati, sudah banyak lho kasus orang yang terjerumus karena maksa berinvestasi tapi dananya dari utang. Jangan sampai kamu jadi salah satunya, ya. 

Leave a Comment